KEGIATAN PAWIYATAN PAMONG KALURAHAN BANGUNTAPAN : MEMPERDALAM BUDAYA DAN TRADISI KERATON YOGYAKARTA

Affan Achmadi, ST 29 Agustus 2025 13:51:41 WIB

Banguntapan, 29 Agustus 2025 – Kalurahan Banguntapan menyelenggarakan kegiatan Pawiyatan Pamong yang berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber langsung dari Keraton Yogyakarta, dengan rangkaian materi yang menitikberatkan pada sejarah, budaya, tata krama, serta tata laku yang menjadi warisan luhur Keraton. Acara Pawiyatan pamong di Kalurahan Banguntapan terselenggara berkat dukungan Dana Keistimewaan Yogyakarta tahun anggaran 2025, sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat kelembagaan pemerintahan kalurahan.

Program Pawiyatan Pamong ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai budaya Jawa, khususnya yang bersumber dari Keraton Yogyakarta, agar dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas pamong kalurahan sekaligus mempererat identitas budaya di tengah masyarakat.

Kegiatan dimulai pada 26 Agustus 2025 dengan pemaparan materi tentang Sejarah Keraton Yogyakarta. Narasumber menjelaskan perjalanan panjang Keraton sebagai pusat kebudayaan, pendidikan, dan pemerintahan tradisional yang masih lestari hingga kini.

Materi berikutnya adalah pengenalan budaya Kraton, yang mencakup nilai-nilai luhur, filosofi, serta tradisi yang hingga kini masih dijaga. Peserta diajak memahami bahwa budaya Keraton bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan pedoman etika dan moral yang relevan untuk kehidupan masa kini.

Hari kedua tanggal 27 Agustus 2025, pembelajaran berlanjut dengan pengenalan tentang Hajad Dalem atau upacara-upacara penting yang diselenggarakan di Keraton. Narasumber memaparkan makna filosofis dari setiap hajad dalem, seperti Garebeg, Sekaten, dan upacara tradisional lainnya. Pengetahuan ini penting bagi pamong kalurahan, karena hajad dalem memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Materi kemudian dilanjutkan dengan Pranata Mangsa, yaitu sistem penanggalan tradisional Jawa yang digunakan untuk mengatur kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari. Narasumber menjelaskan bahwa pranata mangsa bukan sekadar hitungan waktu, melainkan cerminan kearifan lokal yang mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam.

Peserta diajak untuk memahami bagaimana pranata mangsa dapat menjadi sumber inspirasi dalam menjaga lingkungan, ketahanan pangan, serta kearifan lokal yang masih relevan di era modern.

Hari terakhir, 28 Agustus 2025, difokuskan pada pembekalan tata krama dan tata busana yang berlaku di lingkungan Keraton. Narasumber menjelaskan aturan berpakaian tradisional, makna simbolik di balik setiap atribut busana, serta bagaimana tata busana menjadi bagian dari identitas budaya Jawa.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada tata lampah (tata cara berjalan) dan unggah-ungguh (etika pergaulan), yang mencerminkan sikap rendah hati, sopan santun, dan penghormatan kepada orang lain. Materi ini disampaikan dengan praktik langsung, sehingga peserta dapat menghayati nilai-nilai tersebut tidak hanya secara teori, tetapi juga dalam tindakan nyata.

Kegiatan Pawiyatan Pamong ini mendapat sambutan positif dari peserta yang merasa lebih memahami filosofi luhur budaya Jawa. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada 28 Agustus, para pamong Kalurahan Banguntapan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Pawiyatan Pamong tahun 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa Keraton Yogyakarta tetap hadir sebagai pusat nilai-nilai budaya yang relevan untuk membangun karakter, memperkuat identitas, dan menginspirasi kehidupan sosial di era modern.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Video

Pengumuman

Layanan terpadu satu pintu Kalurahan Banguntapan dibuka hari Senin s/d Jum'at dari pukul 08.00 WIB s.d. 14.30 WIB (Jam 12:00 s/d 13:00 Istirahat).

Kalender

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung
Kebijakan Privasi

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License